Belasan Siswa SMA di Jepara Pingsan, Kepala Sekolah Siap Bertanggung Jawab

0
177
loading...

2Kepala SMAN1 Mlonggo, Jepara, Gunawan, mengaku siap mempertangungjawakan semua, terkait persitwa pingsannya beberapa siswa didik di sekolah yang dipimpinnya, pada Jumat (6/1) pagi.

Menurut dia, semua yang dilakukannya punya maksud dan tujuan baik.

“Peristiwa ini sudah saya laporkan secara lisan kepada Dinas Pendidikan Provinsi. Sebagai pimpinan di sini, saya siap mempertanggungjawabkan semua, apa-apa yang telah terjadi di sini,” kata Gunawan, Sabtu (7/1).

Disampaikan, apa yang terjadi pada saat itu, tak seperti yang yang santer dikabarkan di media sosial (Medsos).‎ Menurut dia, apa yang dilakukannya semata dalam kerangka pendidikan karakter, tak lebih dari itu.

“Sebelum (peristiwa) ini‎, kami sudah ada kesepakatan, bahwa tiap Jumat, ada kegiatan bersih-bersih, semua siswa harus datang sebelum pukul 06.30,” ujarnya.

Diceritakan‎ lebih lanjut, pada pagi itu, terdapat sekitar 50 siswa yang terlambat masuk. Sehingga, kala mereka datang ke sekolah, pintu gerbang sudah dalam kondisi terkunci, sesuai kesepakatan yang ada.

“Saat itu, cuaca di sini masih dalam kondisi cerah, tak seperti yang banyak diberitakan‎,” cerita dia.

Walhasil, lantaran mereka telat, para siswa pun tak dapat langsung memasuki lingkungan sekolah. Mereka tertahan di luar gerbang masuk. Usai memimpin doa, sambung Gunawan, ia pun keluar gerbang menemui para siswa yang datang terlambat.

Demi menegakkan komitmen bersama, maka ia pun memerintahkan para siswa untuk melαkukαn bersih-bersih di sekitar lingkungan sekolah, sebagai konsekwensi atas keterlambatan mereka.

“Saya ingin, semua siswa, mematuhi apa yang telah disepakati, melatih mereka bertanggungjawab. Pendidikan karakter itu sangat penting,” urainya.

Kala itu, menurut Gunawan, ia sudah memberitahukan kepada para siswa, bagi mereka yang sedang dalam kondisi kurang sehat, harap keluar dari barisan.

“‎Tapi tak ada yang keluar dari barisan. Selanjutnya, bersih-bersih pun dimulai. Baru beberapa saat kegiatan berlangsung, tiba-tiba hujan deras mengguyur. Langsung saya perintahkan bagi mereka yang tas, laptop, atau ponsel‎, untuk segera mengamankan barang bawannya,” ujarnya.

Menurut pengakuannya, kala itu ia juga tetap mendampingi para siswa di tengah guyuran hujan. Sudah kepalang basah, katanya. Setelah beberapa saat, lanjut dia, hujan bukannya mereda, melainkan justeru bertambah deras.

“Karena semua dalam kondisi basah, saya bilang ke mereka, tak mungkin melanjutkan aktifitas belajar mengajar dalam kondisi seperti itu. Saya minta mereka untuk pulang saja,” tutur Gunawan.

Saat itu lah, akunya, terdapat beberapa siswa ‎yang bertumbangan, lantaran sebelumnya sudah dalam kondisi yang kurang fit, tapi tak mau keluar dari barisan.

“Saya pun, meminta kepada guru dan yang lain untuk mengevakuasi para siswa yang jatuh pingsan, baik dibawa ke Puskesmas maupun ke rumah sakit,” akunya.

‎Hingga Sabtu (7/1) siang, menurut dia, memang masih terdapat dua siswa yang mendapat perawatan medis di Puskesmas setempat, dan dua lainnya di RSI Sultan Hadlirin.

“Hari ini tadi, saya sampai tiga kali mengunjungi mereka, yang terkahir bareng dengan pak Plt. Bupati juga. Kami akan menanggung seluruh biaya perawatan, ini tanggungjawabsaya,” ujar Gunawan.

Ditambahkan, usai insiden tersebut ia mengumpulkan para guru dan pihak terkait lain.

“Saya minta mereka mengevaluasi saya. Jika memang selama masa kepemimpinan saya, dalam tiga tahun ini, ada yang salah, silakan kritik. Akhirnya disepakati, bahwa cara-cara seperti kemarin, tak akan diterapkan lagi. Dalam pendidikan karakter, kita lebih gunakan pendekatan yang soft,” imbuh dia.

Ditegaskannya kembali, persoalan ini sudah disampaikan ke pihak Dinas Pendidikan Provinsi Jateng. Dan tak menutup kemungkinan, akan ada pihak yang tak terima dan melaporkan hal ini ke pihak kepolisian.

“Sekarang saya pasrah saja, apa pun konsekwensi dari ini akan saya terima. Saya sepenuhnya bertanggungjawab, baik terhadap siswa yang mendapat perawatan di Puskesmas dan rumah sakit, maupun yang tidak. Saya juga sudah menyambangi para siswa ke rumah masing-masing,” tegasnya.‎ (*)

Baca Juga:

Facebook Comments

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY