Dalam 3 Jam, ABG Ini Layani Delapan Pria Hidung Belang, Air Matanya Menetes Saat Ia Mulai Berkisah

0
1253
loading...

2016-11-16_200749

Gadis remaja asal wilayah C, mencoba peruntungan di kota orang.

Tubuh langsing dari remaja berusia 19 tahun ini, menjadi modal utama untuk menggaet pundi-pundi uang.

Wanita yang akrab disapa Neng ini, menjadi satu dari puluhan wanita penjaja s℮ks di kawasan berhawa dingin di, Kabupaten Bogor.

“Lulus sekolah langsung diajak teman buat kerja, tapi gak tahu kerja apa,” kata remaja berambut panjang ini.

Setiap hari mulai pukul 22.00 WIB, Neng sudah duduk di sebuah mini bus hitam bersama beberapa wanita lain.

Tak lama, para lelaki yang ingin memuaskan hasratnya, memilih wanita dari luar mobil ini.

“Satu jam Rp. 300 ribu, kamarnya ada di sini, ada yang Rp. 75 ribu, ada yang Rp. 100 ribu,” paparnya sambil mengisap sebatang rokok.

Mobil itu tidak terparkir sendiri, ada belasan mobil berbagai jenis juga.

“Jika mau pesan, harus lewat bos, pesan keluar, beda lagi harganya,” kata Neng.

Di tengah perbincangan, air mata dari gadis manis ini tiba-tiba menetes, belum jelas apa penyebabnya.

“Neng juga nyesal, pengen berenti tapi gak tahu caranya gimana, Neng bingung,” ucapnya sambil terbata.

Kondisi ekonomi keluarga yang jauh dari kata cukup, membuat lulusan SMK di kawasan C ini terpaksa terjun ke dunia prostitusi.

“Ibu cuma kerja jadi pembantu, bapak sudah tidak ada dari Neng SD, pengen bantu ibu, ” jelasnya.

Setiap bulannya, wanita berkulit putih ini, selalu mengirimkan uang pada keluarganya.

“Adik masih ada dua yang sekolah, paling ngirim juga buat mereka bertiga saja,” ungkapnya.

Mimpi Neng, sama seperti remaja lain, namun, jalan yang ditempuhnya membuat Neng sangat berbeda dengan remaja lainnya.

Layani 8 pria semalam

Dalam melakoni pekerjaannya ini Neng mengaku melayani delapan lelaki setiap harinya.

Bahkan, Neng juga kerap merasakan nyeri.

“Paling sedikit delapan kali, sejak pukul 22.00 hingga 01.00 WIB, sudahnya itu suka sakit,” akunya.

Bukan hanya karena intensitas berhubungαn intim yang tinggi, tapi juga perlakuan para konsumen yang kerap kasar.

Bos (mami, red), tidak membiarkan anak asuhnya dalam kondisi tidak fit saat bekerja.

Menurutnya, dia bersama beberapa rekannya selalu memeriksakan kondisi badan secara rutin di Puskesmas yang tidak jauh dari kosannya.

“Suntik KB mah rutin, terus ada obat-obat kaya vitamin gitu, sama minum jamu,” katanya.

Untuk menjaga stabilitas tubuh dan agar terhindar dari penyakit, Neng selalu mewajibkan konsumennya untuk menjaga kebersihan sebelum dan sesudah berhubungαn intim.

“Kondom mah wajib atuh, dan suruh bersih-bersih dulu, udah itu baru aku,” pungkas gadis bersuara lembut itu. (*)

Baca Juga:

Facebook Comments

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY