Kisah ‘Manusia Pohon’ yang Jalani Operasi 16 Kali Itu Kini Bisa Memeluk Putrinya

0
1107
loading...

2

Abul Bajandar, pria Banglades yang dijuluki “manusia pohon” karena kelainan pertumbuhan kulit yang membuat tangannya mirip batang pohon, kini tengah bergembira.

Sebab, tak lama lagi, dia akan diizinkan pulang setelah sebuah terobosan dalam bidang medis sukses menangani kelainan langka itu.

Pria 27 tahun itu sudah menjalani 16 kali operasi untuk menyingkirkan kulit seberat 5 kilogram dari kedua tangan dan kakinya sejak kondisinya diketahui publik setahun lalu.

Pengemudi becak ini adalah satu dari empat orang di dunia yang mengidap kelainan yang disebut epidermodysplasia verruciformis.

Ini adalah kondisi genetik langka yang disebut sebagai “penyakit manusia pohon” yang membuatnya tak bisa melαkukαn kegiatan sehari-hari, misalnya memeluk putrinya yang berusia tiga tahun.

“Kesembuhan Bajandar merupakan tonggak luar biasa dalam sejarah ilmu kedokteran,” kata Samanta Lal Sen, koordinator bedah plastik di RS Universitas Kedokteran Dhaka.

“Kami melαkukαn operasi setidaknya 16 kali untuk menyingkirkan kutilnya. Tangan dan kakinya hampir pulih,” kata Lal Sen.

“Dia akan diizinkan pulang dalam 30 hari setelah pembedahan kecil untuk menyempurnakan bentuk tangannya,” lanjut dokter itu.

SAM JAHAN/ AFP/Getty Images – – Abul Bajandar bersama istri dan putri kecilnya di sebuah rumah sakit di Dhaka.

Lal Sen yakin, Bajandar adalah orang pertama di dunia yang sembuh dari penyakit langka itu.

Sementara itu, sambil berbaring di ranjang rumah sakit, Bajandar mengatakan sakit akibat kondisinya itu sangat tak tertahankan.

“Saya tak pernah terpikir bisa memeluk anak saya lagi dengan kedua tangan saya,” kata Bajandar menunjukkan tangannya yang masih dibalut perban.

“Kini saya merasa lebih baik. Saya bisa memeluk putri saya dan bermain dengan dia. Saya tak sabar ingin pulang ke rumah,” kata dia.

Bajandar, penduduk sebuah desa miskin di distrik Khulna di pesisir selatan Banglades, menjadi terkenal setelah kondisinya dikabarkan media massa lokal dan internasional.

Dia menikahi istrinya, Halima Khatun, sebelum terkena penyakit langka itu. Bajandar, istri, dan putrinya selama ini tinggal di rumah sakit sejak dia dirawat setahun lalu.

“Dia (Bajandar) kemungkinan adalah pasien yang paling lama tinggal dan dicintai di rumah sakit ini,” ujar Nurun Nahar, salah seorang dokter rumah sakit itu.

Setelah sembuh dari penyakitnya itu, Bajandar berencana membuka bisnis kecil-kecilan dari donasi yang diterimanya dari seluruh dunia. (Kompas.com)

Baca Juga:

Facebook Comments

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY